Nusatara Kaya Akan Segalanya

Semua Usaha Penuh Dengan Resiko dan Tantangan

Barangsiapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalama.

Berjuan Hingga Akhir

Ketika penindasan menghantui jiwa ini maka lawan.

berjuanglah

Bansa yang baik adalah bangsa yang mampu mengandalkan dirinya sendiri.

pandailah bersyukur

Semua keindahan dan kenikmatan bangsa ini telah kau rasakan.

selalu dalam jiwa

hanya orang-orang yang berhati mulia yang mengenan sejarah.

Minggu, Januari 24

Lentak Dana Revolusi Soekarno Terlacak



Diskusi dimana-mana tentang Dana Amanahselalu jadi center di perbincangkan. Terutama harta Amanah Soekarno. Sejumlah orang mengaku berhasil mendeteksi lokasi-lokasi Dana Amanahtersebut. Konon, harta itu dijaga Sri Paduka dan hanya bisa dibuka oleh pemegang kunci amanah.

Beberapa orang mulai menyangsikan adanya Dana AmanahSoekarno. Dana Amanahatau dikenal dana revolusi itu konon merupakan dana perang yang didapat dari bantuan gaib. Selain itu ada juga yang didapat dari bantuan Karaton Mataram Islam saat Paku Buwono ke X berkuasa.

Sebelum negara ini menyatu menjadi Republik, kabarnya Soekarno sempat menyatukan seluruh harta perang revolusi. Tapi kini seluruh Dana Amanahitu telah tiada entah kemana?. Kabarnya, Soekarno telah menyebarnya ke beberapa wilayah harta tersebut disebar di Pulau Jawa.

Pengaruh kesaktian Soekarno dan dibantu kekuatan gaib misalnya jin dari alam lain yang konon yang membuat harta tersebut sulit dilacak keberadaannya.

Hilangnya Dana Amanah Soekarno itu kemudian menjadi rumor dimana-mana. Dari rumor menjadi mitos hingga legenda. Tetapi bagi para pemburu harta karun, semua itu adalah misteri yang harus dipecahkan, terutama karena nilainya yang tidak terkirakan.

Dana Amanah yang terdiri dari emas batangan maupun logam mulia diyakini nilainya sampai berton-ton. Dan semuanya dalam bentuk lantakan. Selain emas dan logam mulia, beberapa barang berharga yang lain diantaranya samurai roll, meja giok, keris pusaka, mustika mirah delima, uang Brasil milik Soekarno yang dipergunakan sebagai dana revolusi yang jumlahnya ribuan peti.

Karena tergoda dengan banyaknya Dana Amanah Soekarno itu, tidak sedikit pula orang memburunya, dari kalangan paranormal, dukun, hingga kiai. Semuanya kepincut dengan harta gaib peninggalan SOEKRANO. Bagi mereka, harta SOEKRANO sangat menggiurkan.

Bahkan salah seorang petinggi negeri ini sempat kepincut dengan Dana Amanahyang konon berada di situs batu tulis Bogor. Sampai-sampai situs tersebut sempat dibongkar demi mencari harta gaib.

Selama ini cerita yang beredar di kalangan para pemburu Dana Amanahmelalui media paranormal dan mediator (makelar gaib) menceritakan, bahwa harta itu tertutup di beberapa gudang gaib di pulau Jawa.

Kustadi (58), mediator asal Pasar Kliwon Solo ini menceritakan, Soekarno menyimpan Dana Amanahitu di sebuah gudang penyimpanan yang sangat gaib. Tidak sembarang orang mengetahui lokasinya.

“Harta itu disimpan di sebuah lokasi yang sangat rahasia dan dijaga oleh ribuan makhluk gaib,” ujar Kustadi.

Menurut Kustadi, gudang gaib itu berada di di kaki Gunung Merbabu dan Lereng Merapi tepatnya sebelah barat wilayah Jawa tengah.

“Untuk wilayah Jawa Barat lokasinya ada di Tasikmalaya, Tangkuban Perahu, dan Gunung Galunggung,” tandasnya.

Untuk wilayah Jawa Timur, lanjut Kustadi, Dana Amanahitu tersimpan di alas Purwo dan dijaga ribuah makhluk gaib sangat kuat. Secara keseluruhan pusat dari gudang Dana Amanahgaib di tanah Jawa berada di Tangkuban Perahu.

“Harta itu ditunggu sendiri oleh Sri Paduka,” lanjutnya. Sebutan Sri Paduka yang dimaksud bahwa di kalangan mediator dan pemburu Dana Amanahadalah Soekarno.

Pemegang Kunci Amanah
Di kalangan para pemburu harta karun, sosok Soekarno kerap dianggap sebagai sosok raja dan penguasa gaib. Dia akan memberikan kesejahteraan bagi negeri ini dan dunia pada saatnya nanti. Dana Amanahpeninggalan yang berjumlah triliun suatu saat akan keluar, dan harta itu nantinya akan digunakan bagi kemakmuran negeri ini.
Selama ini para pemburu Dana Amanahpaham bagaimana cara mengambilnya. Menurut mereka, orang yang bisa mengambil harta tersebut biasanya orang yang diberi amanah. Orang-orang yang diberi amanah itu juga bukan sembarang. Amanah diberikan sendiri oleh Soekarno.

“Mereka adalah orang-orang pilihan, sehingga ketika harta berhasil diambil, mereka bisa menggunakannya untuk tujuan yang baik, bukan untuk kepentingan pribadi,” cerita Kustadi.

Namun Kustadi tidak tahu bagaimana ‘amanah’ itu diberikan oleh Soekarno. Menurut cerita, sebelum Dana Amanahitu muksa, Soekarno meninggalkan sebuah amanah yang tertulis dalam sebuah surat wasiat, surat wasiat ini berisi daftar beberapa orang-orang yang diberi amanah sebagai kunci pengambilan harta karun. Orang orang itu tidak di ketahui secara pasti siapa saja, namun mereka memiliki garis yang telah diamanahkan Soekarno sebagai pemegang kunci harta karun.

Kustadi menambahkan, orang-orang yang diberi kunci amanah tersebut konon harus menyatu dengan harta karun.

“Beberapa orang ini harus menyatu sebagai kunci apabila Dana Amanahhendak diambil,” ungkap Kustadi.

Pasalnya, sebagai seseorang linuwih, Soekarno sebelum meninggal telah mengetahui dan menitipkan kunci amanah secara acak ke beberapa orang dari berbagai kalangan. Orang orang ini termasuk orang pilihan yang kemudian hari akan bersatu sebagai penyejahtera rakyat.

Selama menjadi mediator gaib, Kustadi mengaku telah ratusan kali mengitari pulau Jawa demi membuktikan kebenaran adanya Dana Amanahtersebut. Bahkan dirinya pernah menjadi mediator dari seorang paranormal (warga Garut) yang dipercaya sebagai pemegang kunci amanah. Tak hanya dirinya saat itu yang menjadi mediator, salah satu temanya juga menjadi mediator kunci amanah yang lain.

“Saya pernah menjadi utusan seseorang dari Garut Jawa Barat yang diberi amanah membuka harta karun, sedangkan satu lagi menjadi mediator utusan kunci amanah dari daerah Gunung Bromo,” kenang bapak tiga anak ini.

Menurut Kustadi, kedua mediator ini masing-masing membawa pesan berupa selembar uang dari salah satu gudang gaib. Uang itu bertuliskan huruf-huruf Jawa sebagai pesan bahwa seseorang yang mengirim mediator benar- benar salah satu dari seorang kunci amanah.

Setelah kedua mediator bertemu, lembaran uang akan ditukar dan dikembalikan kepada kunci amanah masing masing. Lembaran uang itu oleh pemegang kunci amanah akan didilipat menjadi empat bagian lalu diberi doa. Tak berapa lama uang itu akan berubah menjadi lembaran uang ratusan ribu rupiah.

Menurut cerita di kalangan mediator, uang yang bertulisakan coretan huruf Jawa itu digunakan sebagai tanda diri bahwa dia seorang kunci amanah.

“Beberapa pemegang kunci amanah kini mulai membentuk paguyuban sebagai wadah memburu Dana Amanahpeninggalan Soekarno. Paguyuban ini terstruktur dan masing masing anggota memiliki kewajiban menemukan pemegang kunci amanah lainnya,” kata Kustadi.

Selain pemegang kunci amanah, para pemburu Dana Amanahini setia menunggu waktu yang kelak gudang Dana Amanahterbuka.

Sebaliknya, jika bukan pemegang kunci amanah, maka perburuan Dana AmanahSOEKRANO akan sia-sia dan bahkan bisa memakan tumbal nyawa. Memang banyak sekali perburuan yang dilakukan secara terbuka, karena pelaksanaannya diketahui publik. Lantas, bagaimana dengan perburuan yang dilakukan sembunyi-sembunyi? Ternyata jauh lebih banyak.

Pada kantung-kantung masyarakat tertentu, perburuan itu masih aktif dilakukan. Seperti yang dikatakan Kustadi, mereka bekerja diam-diam, tapi kadang juga sangat nekad. Mereka paham jika harta itu hanya bisa diambil oleh orang-orang yang memegang kunci amanah. Namun mereka tidak peduli bahkan rela menggadaikan nyawanya.

Orientasi perburuan pun bukan hanya pada penemuan Dana Amanahpeninggalan Soekarno, tapi juga bagaimana memiliki dan menyimpan harta untuk kepentingan pribadi.

Di Palembang, misalnya, ada kelompok tertentu yang aktif memburu harta sisa-sisa peninggalan SOEKRANO. Orientasi perburuan mereka adalah gua-gua yang ada di kawasan itu. Harta yang dicari berbentuk barang-barang antik dan emas permata.

Mereka meyakini harta-harta masa lalu itu disimpan di dalam gua-gua. Sebuah tim ekspedisi di pertengahan tahun 1990-an, pernah mengendus keberadaan Dana Amanahdi dalam sebuah gua.

Hal ini diungkap Moh. Hasbi (40), warga Palembang yang kini berdomisili di Jl Siliwangi, Bandung. Kebetulan ayahnya adalah salah seorang anggota tim tersebut. Ketika itu, tim yang berjumlah lima orang sudah menemukan sebuah gua di tengah belantara.

Di salah satu ruang dalam gua itu, ditemukan sebuah ranjang tertutup kain sutera. Di atasnya terdapat setumpuk perhiasan aneka rupa. Ada emas, perak, mutiara, intan berlian, serta seperangkat benda-benda pusaka.

Tim yang dipandu ahli gua dan seorang paranormal ini bergerak atas dukungan dana pihak ketiga. Sayangnya, harta-harta itu tak secuilpun boleh dibawa pulang. Larangan itu didasarkan pada sebuah suara gaib ketika mereka berada di mulut gua. Suara itu bersedia memandu mereka menuju tumpukan harta, dengan syarat tak boleh mengusiknya, apalagi membawa pulang. Termasuk juga tak memberitahukan keberadaannya kepada siapapun.

Setelah diperlihatkan keberadaan tumpukan harta itu, mereka berlima bergegas meninggalkan gua. Namun entah apa yang terjadi, sampai di luar gua, jumlah mereka tinggal empat orang. Akhirnya setelah seorang pemandu berdialog dengan penghuni gaib gua itu, diperoleh sebuah keterangan.

“Salah seorang anggota tim ternyata diam-diam telah lancang mengambil salah satu benda berharga di tempat itu. Dan orang itu langsung hilang dari pandangan,” tutur Hasbi.

Dana AmanahDitemukan
Sampai saat ini mitos Dana Amanahpeninggalan Soekarno masih menjadi kontroversi. Bahkan kebenaranya terus dipertanyakan. Tak hanya di Jawa, di Jeneponto Sulawesi pun beberapa tahun yang silam sempat heboh penemuan Dana Amanahpeninggalan Soekarno.

Penemu Dana Amanahasal Jeneponto ini, meskipun sedikit dibumbui dengan cerita mistis, namun nyatanya ia berhasil mendapatkan Dana Amanahyang jika ditotal mencapai 35 triliun rupiah. Berita ini bahkan sempat menjadi tajuk utama media lokal di Sulawesi.

Saat itu Piagam Dg Ledeng (60), warga kampung Bulo Bulo Batujala, Bulusuka, Jeneponto ini mengaku mendapatkan Dana Amanahitu saat malam 17 Ramadan 2010. Saat itu dirinya bermimpi didatangai sosok mahkluk gaib pada malam Lailatul Qadar.

Pada malam itu rumah Piagam bermandikan sinar cahaya menyala seperti bara api. Orang orang di sekitar rumah Piagam mengira rumah miliknya terbakar. Malam itu ternyata Piagam mendapat sebuah Dana Amanahmilik Soekarno.

Dalam peti harta itu di temukan ada 70 emas batangan masing masing seberat hampir 1 kg dengan kadar 24 karat. Selain emas terdapat juga mustika giok, mustika batu mirah delima. Mustika batu besi serta mumi berukuran 7 inchi, Samurai hand roll warna kuning buatan tahun 1013 dan pedang sabuk samurai buatan 1718.

Pada gagang samurai terdapat mustika batu giok warna hijau. Belum lagi pusaka keris yang mampu berdiri tegak dan tiga peti mata uang Cruzeiro Brasil tahun 1964 yang berjumlah ratusan ikat dengan nilai pecahan 5000. Seluruh mata uang ini jika dikurskan ke rupiah nilainya mencapai puluhan trilliun rupiah. Dalam peti itu juga terdapat deposito dari Bank Swiss yang ditandatangani langsung Presiden Soekarno.
“Dalam peti uang itu juga terdapat sertifikat deposito dari Bank Swiss yang ditandatangani Soekarno, Presiden pertama RI,” ungkap Muhammad Jafar, Camat Tarowang yang ditanyai keaslian Dana Amanahtersebut.

Jafar kemudian menjelaskan bahwa keasliannya pernah diuji pihak Pegadaian. Hasilnya, logam emas dalam peti itu disebut asli dengan kadar 24 karat. Keaslian uang Brasil tersebut juga telah dibuktikan oleh pihak perbankan dan dari pihak penukaran uang.

Piagam juga menemukan dan menyimpan uang rupiah pecahan seribu bergambar Soekarno. Jika disorot dengan sinar laser, pada mata uang tersebut terbayang tulisan Arab yang diyakini petikan Alquran. Uniknya, mata uang tersebut dapat tergulung sendiri kala dipegang.

Kisah penemuan Dana AmanahSoekarno tidak hanya berakhir disini. Seorang pria, Soenuso Goroyo Soekarno, mengaku memiliki harta warisan Soekarno untuk negara Indonesia. Pria kelahiran Yogyakarta, 45 tahun lalu itu, bahkan menyebut dirinya sebagai Satrio Piningit.

Lelaki ini mengaku dapat mengangkat peninggalan Presiden Pertama RI. Bentuknya berupa ratusan keping emas lantakan, platinum, sertifikat deposito obligasi garansi, dan lain-lain.

“Ini baru sampel dan silakan mengecek kebenarannya. Jika bohong, saya siap digantung,” katanya waktu itu.

Mantan anggota TNI yang dahulu bernama Suwito itu sengaja mengundang wartawan di rumahnya, Perumahan Cileungsi Hijau, daerah perbatasan Bogor-Bekasi, untuk menyaksikan temuannya. Di rumahnya yang cukup megah disiapkan hidangan layaknya orang hajatan. Maklum, Goroyo, begitu dia biasa disapa, juga mengundang Pangdam Jaya, Kapolda, dan anggota Muspida. Tetapi dari mereka, tak ada pejabat datang.

Kepada tamunya, suami RA Lastika ini memperlihatkan peti besar berisi ratusan keping emas lantakan, masing-masing beratnya 8 ons bergambar Soekarno dan di baliknya ada gambar padi dan kapas. Pada satu sisinya ada tulisan 80 24K 9999. Sementara itu emas putih (platinum) juga berbentuk lantakan berlogo tapal kuda putih bertulisan JM Mathey London. Logam itu dibungkus emas dan bersertifikat emas pula.

Meskipun bersertifikat dan diyakini keasliannya, pada kesempatan itu tidak dihadirkan orang yang mengetahui emas atau pakar yang bisa memastikan asli atau tidak harta benda tersebut.

Peninggalan lain berupa sertifikat deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dikeluarkan oleh BPUPKI yang menyebut sejumlah harta yang disimpan di suatu tempat. Ada pula sertifikat berbahasa Inggris yang juga disegel dan ditulis di atas lembar kuningan. Sertifikat itu ada yang bertuliskan “Hibah Substitusi” yang dipercayakan kepada R Edi Tirwata Dinata (108).Yang terakhir ini, konon karena sudah tua, lantas memberikan kuasa kepada R Anton Hartono untuk mengurus harta benda yang disimpan di Swiss. Bentuknya mikrofilm, dua lembar dokumen, anak kunci boks deposit di JBS, Jenewa, dan dua buah koin. Di dalam sertifikat itu disebutkan, ada dana berjumlah 126,2 miliar dolar AS dan 63,10 miliar dolar AS.

Goroyo mengemukakan, dia hanya ingin ada saksi dari aparat soal harta temuannya itu. Selanjutnya akan diserahkan kepada Megawati dan diharapkan bisa melunasi utang luar negeri pemerintah.

“Saya tidak ingin imbalan apa pun termasuk jabatan. Saya hanya butuh pengakuan dan surat kuasa untuk meneruskan pencarian harta ini. Namun tampaknya Kapolda dan Kapolri berhalangan.”

Apakah Goroyo ini bisa menjadi penutup kisah mengenai harta misterius Soekarno. Tidak menutup kemungkinan, akan muncul Goroyo lain yang mengaku menemukan segudang harta. Bagaimanapun klaim mengenai penemuan harta karun, sepatutnya disikapi dengan bijak agar masyarakat tak lagi terjebak oleh buaian mitos.

Usai Bertapa di Gunung Galunggung
Namanya Hj. Dewi. SN (52). Dia seorang spiritualis yang juga dipercaya sebagai salah satu pemegang kunci amanah. Dewi menceritakan saat ditemui di rumahnya di Perum Puri Pondok Indah Colomadu perihal Dana Amanahpeninggalan Presiden RI pertama.

“Semua ini berhubungan dengan kodrat, suatu hari kelak bangsa ini akan dipimpin seorang manusia yaitu sejatine manusia. Kodrat ini kelak akan menyejahterakan rakyat, bangsa dan negara. Saat itulah apa yang sekarang diperdebatkan akan muncul,” tutur wanita yang sering dipanggil Bunda ini.

Wanita beranak empat ini menambahkan, saat ini dirinya diberi amanah oleh Soekarno sebagai pemegang kunci harta karun.

“Saya mengetahuinya (sebagai kunci amanah) saat berada di Gunung Galunggung. Saat itu saya sedang menjalani serangkaian ritual khusus atas wangsit dari mimpi,” terangnya.

Dewi harus menjalani serangkaian ritual khusus di daerah Pulau Jawa. Nah, ritual yang terakhir ia jalani yaitu bertapa selama 40 hari 40 malam di Gunung Galunggung. Saat menjalani laku itu beberapa godaan dan rintangan menerpa dirinya tiap malam. Hingga akirnya pada hari ke dua puluh satu di Gunung Gulunggung, Dewi mendapat Mustika Rantai Bumi.

Tapi mustika itu dibuangnya kembali. Dalam hati Dewi hanya ingin mengetahui apakah benar harta Sri Paduka itu ada.

Tak hanya mustika rantai bumi yang sempat mampir kepadanya. Di hari ke dua puluh tujuh tiba tiba di pangkuannya telah ada sebuah berlian sebesar kepalan tangan orang dewasa. Hingga akhirnya pada hari ke empat puluh, wanita ini diajak seseorang dan dihadapkan langsung dengan Sri Paduka. Di situlah dirinya menerima wejangan dari Sri Paduka dan mendapat penjelasan bahwa dirinya orang yang diberi amanah.

Bahkan saat itu diperlihatkan beberapa peti Dana Amanahberisi batangan emas dan logam mulia. Beberapa dari peti harta itu sempat juga ia bawa pulang dengan menggunakan mobil jeep yang dibawa saat menjalani laku ritual. Jeep yang ia kendarai sempat doyong di bagian belakangnya karena beratnya muatan peti harta karun. Namun sesampainya di rumah Dana Amanahdalam peti yang semula ditaruh di jok belakang tiba tiba lenyap tak berbekas.

“Mungkin saat itu belum waktunya, suatu hari kelak, harta itu pasti juga akan bisa dimiliki,” pungkasnya.

Semua Harta Soekarno Bisa untuk Bayar Utang Indonesia
Soenuso Goroyo Soekarno sangat yakin dengan temuannya. Bahkan dia mengaku sebagai Satrio Piningit. Menurutnya, Dana Amanahyang dibebernya saat itu adalah asli harta peninggalan Soekarno untuk bangsa Indonesia.

“Insya Allah, jika saya diberi izin, semua harta peninggalan Soekarno ini bisa membayar utang kita. Saya yakin bisa melaksanakannya,” ungkap Goroyo sembari membantah dirinya paranormal.

Dia juga membantah berambisi menjadi presiden atau jabatan politis lain.
“Semua saya lakukan dan beberkan untuk membangun negara kita,” tegas Goroyo mengenakan stelan jas putih, sepatu putih, mirip yang dikenakan Presiden Soekarno.

Di ruang tamunya juga dipajang foto dirinya bersama seorang jenderal. Ada pula yang memperlihatkan saat dirinya menjadi anggota Batalyon Arhanud SE 10/Kodam Jaya. Namun, dia enggan membeberkan latar belakang jati dirinya.

“Saya ini orang susah. Jadi tentara pangkatnya juga di sini (memegang lengannya). Jika saya pakai pakaian seperti ini, hanya model. Kebetulan saya suka,” tuturnya.

Goroyo menceritakan proses pencarian harta tersebut. Diawali dari kebiasaannya bertirakat di berbagai tempat, lantas mendapatkan petunjuk. Petunjuk awal adalah sebuah tongkat wasiat yang diyakini tongkat komando milik Presiden Soekarno yang kemudian disimpannya hingga kini. Selanjutnya, dengan tirakat pula, secara gaib harta benda itu bisa diangkat dari beberapa daerah di Bali, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan.

“Meskipun benda ini kini nyata, tapi awalnya adalah harta gaib. Jadi, mengambilnya juga dengan cara gaib. Saya tidak boleh memilikinya. Saya diperintahkan menyerahkan kepada negara untuk menyelamatkan bangsa,” paparnya.

Pengakuan Soekarno Soal Harta
Saat ini banyak orang percaya bahwa Soekarno memiliki harta. Lalu bagaimana pengakuan Soekarno soal hartanya?

Seperti disampaikan kepada Cindy Adams dalam Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Soekarno mengaku sama sekali tidak pernah meninggalkan harta.

“Selain itu, ke mana aku akan pergi? Aku tidak memiliki rumah sendiri. Tidak ada tanah. Tidak ada tabungan. Lebih dari sekali aku tidak mempunyai sisa uang untuk pengeluaran rumah tanggaku. Di sebuah negara, duta besar kami terpaksa membeli piyama untukku. Satu-satunya piyama presiden sudah sobek. Negara menyediakan tempat tinggal dengan cuma cuma, bebas pemakaian listrik, empat buah mobil resmi dan tiga di dalam garasi untuk tamu negara-bukan 15 mobil pribadi seperti diberitakan oleh sebuah majalah luar negeri- dan mereka membelikan pakaian seragamku. Tetapi akulah satu-satunya presiden di dunia yang tidak punya rumah sendiri. Baru-baru ini rakyatku menggalang dana untuk membangun sebuah gedung buatku, tetapi di hari berikutnya aku melarangnya. Ini bertentangan dengan pendirianku. Aku tidak mau mengambil sesuatu dari rakyatku. Aku justru ingin memberi mereka.”

Kendati Soekarno mengungkapkan tidak memiliki harta, namun bagi para pemburu harta, kata-kata Soekarno itu merupakan kata-kata yang tersirat. Apa yang dikatakan Soekarno hanyalah bagian luarnya saja, selebihnya hanya orang-orang linuwih yang tahu dalamnya Soekarno. Karena itu mereka tetap yakin Sri Paduku Soekarno tetap menyimpan Dana Amanahyang tidak ternilai.

Emas batangan yang ditemukan Piagam Dg Ledeng.

Harta Soekarno Disimpan di Istana Merdeka?
Semua dana revolusi itu disimpan dalam bentuk-bentuk batangan emas bernilai triliunan rupiah dan uang dalam rekening di bank Swiss diakui sejarahwan Asvi Warman Adam tidak benar adanya.

Menurutnya Soekarno tidak meninggalkan Dana Amanahsebesar itu.

“Semua tentang dana revolusi ini tidak jelas. Tidak tahu berapa besarnya, apakah ini benar atau tidak. Semua ini cuma isu,” ujar Asvi.

Asvi ragu Soekarno benar-benar meninggalkan harta berpeti-peti emas. Dia menceritakan tahun 1960an, ada program pembangunan patung Antariksa yang sekarang dikenal sebagai patung Pancoran. Saat itu Edhi Sunarso yang memimpin proyek mengeluhkan kekurangan dana pada Soekarno. Saat itu pula Soekarno menyuruh Sunarso menjualkan mobilnya untuk biaya pengerjaan patung tersebut.

“Dengan contoh ini kita bisa mengambil kesimpulan, kalau Soekarno punya uang, kalau Soekarno punya uang buat apa dia menjual mobilnya segala. Cukup ambil saja dari emas itu,” terang Asvi.

Asvi menjelaskan memang ada harta peninggalan Soekarno yang disimpan di Istana Merdeka. Harta itu sempat didata oleh Kolonel Maulwi Saelan yang saat itu menjabat wakil komandan Tjakra Birawa. Ada beberapa lukisan dan barang berharga milik Soekarno. Tidak jelas kemana barang-barang ini setelah Soekarno lengser.

“Dulu kan saat Soekarno meninggalkan Istana dia hanya membawa bendera pusaka, bahkan hanya bersendal dan berpakaian seadanya. Nah kemana harta Soekarno yang di Istana itu? Apakah dicuri atau dimana? Ini yang harusnya diusut,” kata Asvi.

Asvi pun tidak yakin dengan orang-orang yang mengaku tahu soal Dana AmanahSoekarno. Apalagi jika sampai menyerempet hal-hal gaib. Dia yakin hal itu tidak bisa dipertanggungjawaSoekranoan.

Malah dana amanah soeakarno dalam persi lain hanya dapat di cairkan oleh orang-rang pilihan salah satunya adalah MUHAMMAD SOLEH SUAEDI dalam beberapa grob facebook telah membuka inpestasi dengan aikon tradin forex. Beberapa yang tergabun didalamnya menyampaikan bahwa beliau adalah ketrunan raja. Tapi saat ini investasi ini telah macet dan tidak membayar membernya.

Share:

Komunitas Onto


Komunitas Onto memiliki sejarah tersendiri yang menjadi cikal bakal Bantaeng. Menurut Karaeng Imran Masualle salah satu generasi penerus dari kerajaan Bantaeng, dulunya daerah Bantaeng ini masih berupa lautan. Hanya beberapa tempat tertentu saja yang berupa daratan yaitu daerah Onto dan beberapa daerah di sekitarnya yaitu Sinoa, Bisampole, Gantarang keke, Mamapang, Katapang dan Lawi-Lawi. Masing-masing daerah ini memiliki pemimpin sendiri-sendiri yang disebut dengan Kare’. Suatu ketika para Kare yang semuanya ada tujuh orang tersebut, bermufakat untuk mengangkat satu orang yang akan memimpin mereka semua.

Sebelum itu mereka sepakat untuk melakukan pertapaan lebih dulu, untuk meminta petunjuk kepada Dewata (Yang Maha Kuasa) siapa kira-kira yang tepat menjadi pemimpin mereka. Lokasi pertapaan yang dipilih adalah daerah Onto. Ketujuh Kare itu kemudian bersamadi di tempat itu. Tempat-tempat samadi itu sekarang disimbolkan dengan Balla Tujua (tujuh rumah kecil yang beratap, berdidinding dan bertiang bambu). Pada saat mereka bersemadi, turunlah cahaya ke Kare Bisampole (Pimpinan daerah Bisampole) dan terdengar suara :”Apangaseng antu Nuboya Nakadinging-dinginganna” (Apa yang engkau cari dalam cuaca dingin seperti ini). Lalu Kare Bisampole menjelaskan maksud kedatangannya untuk mencari orang yang tepat memimpin mereka semua, agar tidak lagi terpisah-pisah seperti sekarang ini. Lalu kembali terdengar suara: “Ammuko mangemako rimamampang ribuangayya Risalu Cinranayya (Besok datanglah kesatu tempat permandian yang terbuat dari bamboo).

 
Keesokan harinya mereka mencari tempat yang dimaksud di daerah Onto. Di tempat itu mereka menemukan seorang laki-laki sedang mandi. “Inilah kemudian yang disebut dengan To Manurunga ri Onto,” jelas Karaeng Burhanuddin salah seorang dari generasi kerajaan Bantaeng. Lalu ketujuh Kare menyampaikan tujuannya untuk mencari pemimpin, sekaligus meminta Tomanurung untuk memimpin mereka. Tomanurung menyatakan kesediaannya, tapi dengan syarat. “Eroja nuangka anjari Karaeng, tapi nakkepa anging kau leko kayu, nakke je’ne massolong ikau sampara mamanyu” (saya mau diangkat menjadi raja pemimpin kalian tapi saya ibarat angin dan kalian adalah ibarat daun, saya air yang mengalir dan kalian adalah kayu yang hanyut),” kata Tomanurung.
Ketujuh Kare yang diwakili oleh Kare Bisampole pun menyahut; “Kutarimai Pakpalanu tapi kualleko pammajiki tangkualleko pakkodii, Kualleko tambara tangkualleko racung.” (Saya terima permintaanmu tapi kau hanya kuangkat jadi raja untuk mendatangkan kebaikan dan bukan untuk keburukan, juga engkau kuangkat jadi raja untuk jadi obat dan bukannya racun). Maka jadilah Tomanurung ri Onto ini sebagai raja bagi mereka semua. Pada saat ia memandang ke segala penjuru maka daerah yang tadinya laut berubah menjadi daratan. Tomanurung ini sendiri lalu mengawini gadis Onto yang dijuluki Dampang Onto (Gadis jelitanya Onto)
Setelah itu mereka pun berangkat ke arah yang sekarang disebut gamacayya. Di satu tempat mereka bernaung di bawah pohon lalu bertanyalah Tomanurung pohon apa ini, dijawab oleh Kare Bisampole: Pohon Taeng sambil memandang kearah enam kare yang lain. Serentak kenam kare yang lain menyatakan Ba’ (tanda membenarkan dalam bahasa setempat). Dari sinilah kemudian muncul kata Bantaeng dari dua kata tadi yaitu Ba’ dan Taeng jelas Karaeng Imran Masualle.
Konon karena daerah Onto ini menjadi daerah sakral dan perlindungan bagi keturunan raja Bnataeng bila mendapat masaalah yang besar, maka bagi anak keturunan kerajaan tidak boleh sembarangan memasuki daerah ini, kecuali diserang musuh atau dipakaikan dulu tanduk dari emas. Namun kini hal itu hanya cerita. Karena menurut Karaeng Burhanuddin semua itu telah berubah akibat kebijakan Pemda yang telah melakukan tata ruang terhadap daerah ini. Kini Kesakralan daerah itu hanya tinggal kenangan. 
Tanggal 7 (tujuh) menunjukkan simbol Balla Tujua di Onto dan Tau Tujua yang memerintah dimasa lalu, yaitu: Kare Onto, Bissampole, Sinowa, Gantarangkeke, Mamampang, Mamampang, Katapang dan Lawi-Lawi.
Selain itu, sejarah menunjukkan, bahwa pada tanggal 7 Juli 1667 terjadi perang Makassar, dimana tentara Belanda mendarat lebih dahulu di Bantaeng sebelum menyerang Gowa karena letaknya yang strategis sebagai bandar pelabuhan dan lumbung pasngan Kerajaan Gowa. Serangan Belanda tersebut gagal, karena ternyata dengan semangat patriotiseme rakyat Bantaeng sebagai bagian Kerajaan Gowa pada waktu itu mengadakan perlawanan besar-besaran.

 
Bulan 12 (dua belas), menunjukkan sistim Hadat 12 atau semacam DPRD sekarang yang terdiri dari perwakilan rakyat melalui Unsur Jannang (Kepala Kampung) sebagai anggotanya yang secara demokratis mennetapkan kebijaksanaan pemerintahan bersama Karaeng Bantaeng.
Tahun 1254 dalam atlas sejarah Dr. Muhammad Yamin, telah dinyatakan wilayah Bantaeng sudah ada, ketika kerajaan Singosari dibawah pemerintahan Raja Kertanegara memperluas wilayahnya ke daerah timur Nusantara untuk menjalin hubungan niaga pada tahun 1254-1292. Penentuan autentik Peta Singosari ini jelas membuktikan Bantaeng sudah ada dan eksis ketika itu.
Bahkan menurut Prof. Nurudin Syahadat, Bantaeng sudah ada sejak tahun 500 masehi, sehingga dijuluki Butta Toa atau Tanah Tuo (Tanah bersejarah).
Selanjutnya laporan peneliti Amerika Serikat Wayne A. Bougas menyatakan Bantayan adalah Kerajaan Makassar awal tahun 1200-1600, dibuktikan dengan ditemukannya penelitian arkeolog dan para penggali keramik pada bagian penting wilayah Bantaeng yakni berasal dari dinasti Sung (960-1279) dan dari dinasti Yuan (1279-1368).

 
Dengan demikian, maka sesuai kesepakatan yang telah dicapai oleh para pakar sejarah, sesepuh dan tokoh masyarakat Bantaeng pada tanggal 2-4 Juli 1999. berdasarkan Keputusan Mubes KKB nomor 12/Mubes KKB/VII/1999 tanggal 4 Juli 1999 tentang penetapan Hari Jadi Bantaeng maupun kesepatan anggota DPRD Tingkat II Bantaeng, telah memutuskan bahwa sangat tepat Hari Jadi Bantaeng ditetapkan pada tanggal 7 bulan 12 tahun 1254, sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor: 28 tahun 1999.
Share:

Sabtu, November 21

CARI SAHABAT SEJATI


Selama roda kehidupan berjalan, banyak orang yang datang dan pergi di kehidupan kita. Kalo kamu beruntung, kamu akan mendapat doorprize mengenal dan mempunyai beberapa teman yang menetap untuk jangka waktu lama, atau malah selamanya.
Merekalah orang-orang yang kamu ajak berbagi segalanya, merekalah yang mengerti dan menerima semua sisi diri kamu tanpa peduli kekurangan serta keburukan kamu. Merekalah yang mengisi kekosongan kamu, dan merekalah yang menjadi teman terbaik dalam hidup kamu.

Tapi nggak semua orang tau tipe temen seperti itu yang kayak gimana. Untuk itu, gue akan ngasih tau kamu tipe-tipe temen yang nggak boleh kamu lepasin seumur hidup. Simak baik-baik sambil dengerin lagu Sheila On 7 – Sebuah Kisah Klasik.(*)
 1. Tertawa dalam Keadaan Apa pun
Saat lagi ngumpul, kamu pasti ngobrol sama temen-temen kamu. Mulai dari ngebahas pelajaran, mantan calon gebetan yang gagal jadian, sampai pengaruh tempe bacem terhadap ekonomi negara Lebanon.
Kalo saat ngebahas hal itu dia bisa bikin kamu ketawa dengan ngelitikin ketek kamu pake centong dawet meskipun kamu lagi serius atau galau banget, pesan gue, jangan pernah tinggalin mereka. JANGAN PERNAH.
2. Menghibur Tanpa Diminta
Akan ada waktunya ketika hari-hari kamu menjadi kelabu. Dan saat itu, yang kamu butuhin adalah telinga yang mendengarkan dan rangkulan yang menghangatkan dari teman.
Jika saat itu ada temen kamu yang peka dengan keadaan kamu dan langsung menghibur serta memberi masukan untuk kamu tanpa diminta, dia adalah tipe temen yang nggak boleh kamu lepasin seumur hidup.
3. Mengerti kamu, Bahkan Melebihi Diri Kamu Sendiri
Nggak semua orang bisa mengerti dan menerima sisi diri dan keadaan kita apa adanya, sedikit banget. Ada yang bersama kamu saat kamu lagi senang, tapi tiba-tiba nggak ada kabarnya saat kamu lagi susah. Temen tuh?
Tapi kalo ada temen yang mengerti dan menerima sisi diri kamu melebihi diri kamu sendiri, dan dia bahkan tau keadaan kamu tanpa kamu cerita. Well, jangan pernah tinggalin dia, karena dialah soulmate seumur hidup kamu.
4.  Melakukan Hal Bodoh Bersama Kamu
Nggak semua hal bisa dan asik kita lakukan sendirian, karena semandiri apa pun seseorang, dia pasti butuh bantuan orang lain. Misalnya pas lagi ujian. Kamu yang lempar kertas jawaban, terus temen kamu ngalihin perhatian dosen/guru dengan cara ngajak main Zuma sambil ngemil batu bata.
Kalo temen kamu bersedia melakukan apapun bersama kamu bahkan dia berani ikut mengambil risiko, dia adalah tipe temen yang nggak boleh kamu lepasin seumur hidup.
5. Masih Sama Kamu dari Jaman Susah
Dalam poin terakhir ini, teman yang masih sama kamu sejak kecil hingga kini adalah tipe temen yang nggak boleh dilepasin seumur hidup. Dia pasti tau luar dalam diri kamu, dia pasti mengerti seluk-beluk kehidupan kamu, dan dia pasti menerima semua itu, kalo nggak, nggak mungkin dia masih temenan sama kamu. Dialah teman yang disebut dengan sahabat.
Udah tau kan sekarang? Dari sekian banyak teman yang kamu miliki, kamu harus tetap memilah mana yang baik dan yang buruk, karena sedikit-banyaknya teman pasti memberikan pengaruh entah positif atau negatif terhadap diri kamu. Namun tetaplah berteman dengan siapapun, jangan melihat teman berdasarkan status sosialnya.
Dan ingatlah, sahabat adalah orang yang selalu membuat kamu menjadi diri. Jangan pernah mengkhianati persahabatan apalagi karena cinta, karena sahabat adalah keluarga spesial yang diberikan Tuhan tanpa memandang ikatan darah keturunan.(*)
Share:

Jumat, April 12

PANJANG UMUR

Riswanda Bantaeng
panjang umur para pembangkang
umur panjang yang membangkang
pembangkang berumur panjang
hanya mereka yang membangkang yang
berumur panjang
panjang umur para pembangkang............
diatas kepala para penguasa jalang
kita sedang mengangkang
kita menantang.....
karena kita adalah karang
dan mereka hanya arang
karena kita adalah pedang
dan mereka hanyalah batang pisang
sang pembangkang
janganlah pulang sebelum menang
hingga kita bisa berkata mereka memang
anjing jalang
hidup dengan cara curang
sembunyi di balik palang
padahal mereka hanyalah arang
panjang umur para pembangkang
ingatlah kata kata itu selalu menerjang
seperti ombak,ia selalu pulang
lalu kembali menerjang garang
saudaraku sang pembangkang
tidak ada kemalangan bagi seorang
pembangkang
karena dengan membangkang kita pasti
menang
saudaraku sang pembangkang..........
sesungguhnya!!!!!!!
keberanian selalu menjulang sesaat setelah
kita menantang sang jalang
mereka para jalang hanya mampu
melarang
dan kita semua adalah harimau yang
garang
dengan kata kata tajam bagai pedang
dengan semangat sekuat karang
kita akan tetap menantang penguasa
jalang
karena kita adalah karang dan mereka
hanyalah arang
ajing jalang
kawanku....
jika kelak kita pulang sehabis menantang
penguasa jalang
janganlah lupa bahwa para pembangkang
tak pernah hidup malang
kita akan selalu riang
terberkati oleh sang hyang
seperti burung kutilang
di halaman belakang
sang pembangkang
yang senantiasa riang
panjang umur para pembangkang
umur panjang yang membangkang
pembangkang berumur panjang
hanya mereka yang membangkang yang
berumur panjang
Share:

Sabtu, April 6

KEMUNCULAN ATLANTIK 101

Ketika asal muasal kejadian  tergelar dalam susunan cakrawala ini ada suatu makna dalam janji yang terbawa menyatu bersama kulit pada jiwa raga ini, tidak ada rasa terbebani, bahkan tidak terasa sedikitpun keluh kesah menghampiri benak ini dalam hembusan abadinya nafas hidup. Ketahuilah dalam setiap aliran darah ini mengalir dengan derasnya sifat kesatria, yang membuat penghidupan untuk membentengi jiwa ini, dikala matinya rasa mendatangi untuk menjerumuskan langkah ke dalam kegelapan abadi, tak ada sedikitpun dalam benak untuk menghentikan langkah ini bahkan tak sejentikpun kata keluh kesah terucap disaat nurani  mengkerut mengikuti rasa takut akan janji makna yang terdalam. Terbentangnya raga menuju ke dalam lingkaran pembenaran akan ciptaNya membuat kekokohan tekat yang takkan lebur sampai pada akhir ditutupnya kehidupan jagat alam semesta ini, ketahuilah tubuh kebenaran takkan hancur oleh nafsu dunia yang membuat kehancuran untuk rencana penciptaanNya menggelar jagat alam semesta ini, karena telah menjadi janji kokoh dan menyatu dalam nafas yang bernamaIsmoyo Jati Sabdo Tunggal Rogo“. Dalam hati tersimpan cahaya penuh harapan untuk mengembalikan tata cara kehidupan murni yang dahulu tergelar, sehingga tidak ada nafsu nista yang turut menghiasi di tempat awal jiwa raga ini berpijak, ketika raga ini terdiam dalam peristirahatan sementara, ketenangan nafas menjadi pematok sekaligus pelindung untuk tanah abadi ini,  akan tetapi sadar membuat tulisan dalam nurani yang menerangkan bahwa inilah nasib yang sudah tertulis akan tatanan penggelaran  penghidupan dengan tata cara awal yang terbangun dengan kesucian restu dariNya. Senyum semu dalam peristirahatan ini menggambarkan betapa panjangnya susunan tinta hitam yang tercoreng dalam lembaran sutra dan inikah nasib bagi perjalanan cerita tanah yang terjaga ini, akan tetapi nurani dalam hati memantapkan keyakinan bahwa tanah awal pijakan ini sudah tertakdirkan olehNya akan “Kebangkitan Cahaya Timur dan Barat”. Inilah suatu ketenangan batin yang menemani disaat pejaman mata menghening dalam peristirahatan sementara.
Jantung kian bergetar membangunkan jiwa dan raga dari peristirahatan, dan tangan kecil ini akan mengoyak  membalikan cerita awal asal muasal kejadian yang kini sudah ternodai oleh nafsu nista manusia, yang membuat tatanan luhur menjadi lumpur berantakan tidak karuan oleh pemikiran manusia yang merasa “Paling Benar” dari apa yang dianut olehnya, bagi manusia yang merasa paling benar akan pengajarannya nikmatilah peruntungan sesaat dan hadapi pertanggung jawaban kelak, yang mengungkapkan kata-kata agar diyakini dan diikuti jejak langkahnya sehingga membentuk kelompok/golongan manusia yang menganggap bahwa apa yang diyakininya adalah suatu kebenaran yang sejati. Ketahuilah “Kebenaran Yang Berdasarkan Cerita Dari Sang Pembimbingnya“, bahkan “Dari Inti Pertama Sang Pembimbingnya” jika dilandasi oleh “Nafsu Nista” untuk memberikan peruntungan dijagat dunia ini adalah suatu “Kebohongan Yang Dikarang“, agar merasa diyakini ataupun dipercayai, sehingga bukan atas dasar ilmu wujud yang nyata diungkapkannya dalam kata-kata bahkan ditulis dalam kalimat dan menyatakan sehingga pengkultusan kepadanya oleh pengikutnya dapat terlihat jelas dalam langkah perjalanannya. Inilah “Bahwa ini Adalah Suatu Kebenaran yang Sejati ” yakni Hukum Timbal Balik Jagat Alam Tubuh Manusia” yang merasa dirinyalah yang benar maka disitulah terdapat “Kebohongan”yang memberikannya peruntungan sesaat dan lebih untungnya lagi hanya “Dirinyalah  yang Mengetahui Sendiri Kebohongan Nista Rasa  Pemikirannya” sehingga bagi pengikutnya pemikiran itu suatu kebenaran, sungguh celaka manusia seperti ini yang meminjakkan kakinya pada “Tanah Atlantik”, sehingga membuat berbagai macam kepercayaan dan keyakinan yang tidak didasari dari “Ilmu Pengetahuan Awal Wujud Asal Muasal Cerita“. Bagi dirinya inikah peruntungan atas dasar nama yang ingin dikenal maupun dikenang, ketahuilah bahwa hal seperti ini adalah bencana besar untuk jiwa raganya dalam tanah Atlantik ini yang tetap terjaga olehNya yang diberikan mutlak oleh satu nama ialah “Paduka Yang Mulia Shang Hyang Sabdo Ismoyo Jati Pamomong Tanah Jawi”
Apakah ada kata bahasa yang mengandung makna arti yang berbeda, ketahuilah bahwa semua bahasa yang diberikan oleh Alloh Tuhan Semesta Alam pada takdirnya memiliki makna dan arti yang sama. Tidak ada perbedaan akannya dan tidak ada bahasa di jagat raya ini yang sakral, maupun paling suci. Pemikiran manusialah yang membuat arti dan makna bahasa menjadi berbeda-beda, sesungguhnya segala sesuatu di dalam jagat alam semesta ini dapat dipelajari dan sangat mudah untuk dimengerti, renungkanlah inti sari dari arti dan makna gambaran nyata dalam kehidupan, patok dan tanamlah gambaran ini hanyalah untuk diri kita sendiri, manfaatkan agar kehidupan kita sesuai dengan tata cara kehidupan manusia. Alloh memberikan hidayahNya hanya kepada diri kita sendiri berwujud cipta, rasa, karsa, dan karya penghidupan agar kita selalu mengingat tunduk bersyukur akan kebesaranNya, dan bila kehendakNya tiba sesungguhnya Alloh akan memberikan Hidayah kepada seluruh umat dijagat raya ini. Apakah ada perbedaan diantara umat manusia jagat alam semesta??, ketahuilah perbedaan muncul dari pemikiran manusia tanpa dasar ilmu yang hak dengan  mudahnya menyatakan perbedaan tanpa memikirkan apa yang akan terjadi disaat dia dihadapkan kepada persidangan yang abadi. Kembalilah kepada tatanan awal yaitu tata cara kehidupan yang luhur, sempurnakan dalam jiwa dan pahami getaran wujud nama-namaNya dalam prilaku penghidupan, mengheninglah wujudkan cipta rasa mengenal nama-namaNya dan yakinilah bersama renung kolbu yang mengalir bersama alunan nafas ketenangan membawa kesadaran bahwa wujudNya nyata dekat bersama jagat kecil tubuh ini. Ketahuilah setiap jiwa akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Berhati-hati dan waspadalah dalam memaknai arti kedalam makna pasti untuk suatu kata yang didapat dari sumber lain,  seimbangkanlah dengan tata cara tingkah laku yang berbudi pekerti luhur dalam kehidupan, karena setiap pemikiran kolbu yang terucap kata akan mendapati pertanggung jawabannya kelak. Ingatlah dan selalu waspada terhadap gambaran apa yang kita terima dari kehidupan ini, sehingga kita dapat memahami makna dan arti dari penciptaan takdir kaum manusia ini.
Allohlah yang memberikan gambaran-gambaran yang sangat jelas dan mudah untuk dipahami dalam kehidupan kita dengan bahasa yang kita mengerti, agar menancap dalam nurani yang tercermin menjadi wujud laku kita, tetapi jikalau mengingat bahkan menghafal kata berupa kalimat dan kita tidak mengetahui makna dan arti dari bahasa tersebut itu adalah hambar belaka dan apabila didasari oleh sifat pamer sesaat sesungguhnya betapa celakanya manusia yang seperti ini. Ketahuilah setiap umat manusia diberikan utusan kepadanya dari bangsanya sendiri bukan dari bangsa lain agar bisa menjelaskan dengan seterang-terangnya makna dalam arti kebenaranNya. KebenaranNya dapat membuat terang jagad raya ini akan tetapi penjelasannya akan dibawa pertanggung jawaban yang besar kelak dihadapanNya, dan hancurlah bagi manusia yang melebih-lebihkan penjelasannya hanya untuk peruntungan kehidupannya di dunia ini. Maknailah ini karena semua ini dapat menyelamatkan dan membebaskan Jiwa seseorang yang dahulu menggelar tata cara kehidupan yang akan dimintai kelak olehNya suatu pertanggung jawaban tentang penjelasannya akan keberadaan suatu zat yang menguasai jagat alam semesta ini, yang pada asal muasal kejadian keterangannya hanyalah “Satu”. Tetapi seiring waktu berjalan keterangan dan penjelasan itu menjadi beraneka ragam bahkan satu dengan yang lainnya merasa paling benar.
Ketahuilah perbedaan ini tidak untuk bumi Nuswantoro, karena sejak asal muasal diciptakan bumi Nuswantoro sudah memegang teguh tata cara kehidupan yang luhur sesuai dengan ajaranNya, niscaya bila Alloh berkehendak dengan mudahnya Ia merubah bahkan membinasahkan tata cara yang kini tergelar, bukan dari pikiran manusia manapun juga yang berusaha mengkaitkan pemikiran satu dengan lainnya seolah-olah menjadi dasar yang haq bagi penghidupan manusia, yang sudah jelas diturunkannya suatu keterangan yang nyata dalam kitab yang terang. Dengan bukti apalagi agar kesemuanya ini tetap menjadi satu yang kokoh tidak terpecah belah, dalam meyakini dan mempercayai adanya suatu Zat yang menguasai jagat raya ini. Jikalau bumi Nuswantoro menganut tata cara kehidupan yang nista niscaya Alloh Tuhan Semesta Alam akan menurunkan UtusanNya kepada tanah Nuswantoro ini, ketahuilah Alloh hanya menurunkan utusanNya ketengah-tengah umat yang menganut tata cara kehidupan yang nista. Inilah hukum takdir penghidupan tercermin dalam buah tidak akan jatuh jauh dari pohonya begitu pula sifat dan watak manusia, tidak jauh dari nenek moyangnya. Hal inilah yang menjadi dasar takdir akan penjelasan yang terang dalam kehidupan di jagat raya ini, yang terpecah-pecah bahkan berantakan untuk menuju jalan terang kepadaNya, yang pada kenyataannya baru saja diturunkan tetapi sudah terpecah berantakan mengatas namakan golongan-golongan dan aliran dari keyakinan dan kepercayaan yang merasa paling benar untuk pengajarannya, dan menularkan sifat nafsu akan kebenaran golongan dan alirannya kepada umat di bumi Nuswantoro,  yang pada takdirnya sudah lebih dahulu mengenal nama-namaNya dan meyakiniNya sejak ribuan tahun yang lampau, sehingga nafsu ini mengkikis tata cara kehidupan yang luhur sesuai dengan penghidupan manusia. Apakah ditangan manusia keterangan penjelasan ini menjadi  putusan yang haq ???.
Semua ini akan musnah dalam bumi Nuswantoro dengan datangnya kembali nama yang terlupakan tetapi peranannya dapat menggetarkan jagat alam raya ini, ketahuilah bahwa begitu mudah untuk peranannya menyatukan kembali perbedaan-perbedaan terhadap kebenaranNya, yang kini barantakan tidak karuan berdasarkan pemikiran manusia yang mengotori tanah Nuswantoro ini. Binasalah manusia yang menularkan sifat nista di dalam bumi Nuswantoro, sehingga manusia di dalamnya melupakan tata cara kehidupan yang berbudi pekerti luhur dan cinta kasih terhadap sesamanya, dengan dalih ucapannya membuat bahkan mengarang cerita yang tidak didasari oleh pengetahuan asal muasal kejadian bahkan hanya dengan mengkaitkan keterangan-keterangan dari pikiran manusia menganggap ajarannya paling benar dan terang. Binasalah semua manusia yang membuat semua ini berantakan sehingga timbul krisis kepercayaan dan keyakinan kepadaNya.
Jangan tinggalkan budaya luhur bumi Nuswantoro sebagai jati diri bangsa kita,  tetaplah mengingat sejarah perjalanan tanah kita tercinta ini, dan ingatlah kepada leluhur bagai mengingat sang pencipta dan bila kita sampai melupakan semua ini percayalah bahwa kita akan dilindas bahkan terbodohi oleh dalil pencipta nafsu. Ingatlah ini adalah jati diri kita sebagai bangsa umat yang besar, dan ketahuilah jika ada manusia yang menyalahkan tata cara kehidupan tanah Nuswantoro ini niscaya dia dihadapkan oleh bencana yang sangat besar dan apabila penyalahan ini menjadi dasar akan nafsunya untuk dikenal ataupun dikenang tanpa ilmu makna dalam arti, diungkapkannya maka akan ada bukti nyata yang akan membongkar langsung perkataanya sehingga tampak jelas kebohongan atas dalihnya bahwa semuanya ini tidaklah benar.
Kini dasar ilmu apa yang akan dijelaskan???, dasar dalil makna arti dari bahasa mana yang akan tergelar untuk dikupas??? dan bukti nyata penumbuh nafsu apalagi yang ingin diperlihatkan yang pada akhirnya mencipta manusia yang kultus bahkan fanatik sebagai dalih akan rasa cinta terhadapNya???. “Baginya sangat mudah sekali semua ini menjadi fakta” dalam penggelaran tatanan awal wujud yang haq, untuk mengembalikan bumi Nuswantoro kembali kepada tatanan awal wujud yang nyata membenarkan penciptaan olehNya terhadap umat manusia, inilah janji untuk tanah Atlantik yang umat di dalamnya dapat menyatukan dan menjelaskan dengan terang perbedaan akibat ulah pemikiran manusia, pada dasarnya menuju kebaikan dan akhir perjalanan ceritanya mencetak manusia yang kultus dan fanatik akan ajarannya yang selalu menganggap benar apa yang diyakininnya. Ketahuilah “Tatanan Penggelaran Keyakinan dan Kepercayaan Sudah Tidak Akan Diturunkan Kembali OlehNya” akan tetapi “Tidak ada Penjelasan dan Keterangan Dalam Kitab Yang Terang Akan Berakhirnya Pengutusan dari Seorang Rosul Di tengah-tengah Umat Manusia“, inilah janji yang tergelar akan bangkitnya suatu kaum dari tanah Atlantik yang akan menyatukan seluruh umat di jagat raya ini yang dipimpin oleh seorang Raja bagi Waliulloh yang bergelar “Kanjeng Sulton Kholifatul Habdulrohman Kertopati Cokroningrat Putronegoro”, inilah wujud yang nyata. Ini akan datangnya kembali “Shang Hyang Manik Maya “yang bermahkotakan “Sabdo Ismoyo Jati “untuk membimbing manusia yang menempati bumi Nuswantoro kembali kepada tatanan awal wujud yang nyata sesuai dengan tata cara kehidupan manusia, sebagai pondasi awal pembangunan kembali “Tanah Atlantik” yang akan menyatukan umat sejagat raya ini.
Ketahuilah hal ini tidak menjadi dasar untuk diyakini ataupun dipercayai, karena tidak ada peruntungan olehnya akan semua itu. Dan tidak ada lagi penentangan akan kemunculannya walaupun dengan “Wujud Berhala Manusia” berbentuk “Uang” maupun “Harta Dunia”. Maka ketahuilah wujud berhala ini akan hancur lebur bersama rasa malu dan tunduk kepadanya, karena baginya semua itu hanyalah sampah yang tak berarti dan  tak satupun manusia di jagat raya ini yang dapat menyaingi harta dunianya, yang terjaga abadi oleh “Empat Shang Hyang” penguasa jagat alam semesta ini atas restu dari Allohlah semua ini terjaga bahkan tak tersentuh sedikitpun oleh tangan manusia dan jin manapun juga, baik menggunakan alat tercanggihnya maupun pusaka ampuh manapun juga, karena semua ini adalah milikNya yang tergambar jelas dalam kitab yang nyata didalam surat “Al-Anfal”. Dengan apalagi penentangan akan kedatangannya???, dengan “Hujan Nuklir dan Pusaka Ampuh Sekaligus” tak mampu menghancurkan tubuh sucinya. Ketahuilah tidak ada satu tindakan apapun yang dapat menghentikan langkahnya untuk mengembalikan “Tatanan Awal Bumi Nuswantoro” yang sejati dan memberikan penjelasan yang terang akan perbedaan ini, semua ini akibat ulah pikiran manusia yang membuat ajaran-ajaranNya terpecah menjadi beberapa golongan. Panjang bukit sinai akan tampak dalam kemunculan “Tanah Atlantik”, dan “Piramid-piramid Berbentuk Segi Tiga  Terukir Pahatan Rapih Penuh Makna Akan Kembali Muncul Kepermukaan“, disertakan “Tulisan-tulisan Yang Berisi Sastra Tinggi sebagai bukti dari Kehidupan manusia tanah Atlantik yang mempunyai Kebudayaan Tertinggi dari Manusia di jagat alam Semesta ini”. Ketahuilah Atlantik akan jelas terlihat kemunculannya karena “Di tanah inilah Bersemayam kotak hitam bernama Tabut sebagai bukti Penjelasan paham Yahudi terhadap Talmud” dan memberikan gambaran-gambaran tanda kebesaranNya di setiap tubuh jasat raga ini atas dasar “Ajaran Tabhrani”. Semua ini akan menjadi bukti nyata untuk pulau hilang bernama“Atlantik”. Disaat manusia berada pada tingkatan krisis kepercayaan pernyataan kesesatan dengan mudahnya terlontar, bahkan keterangan ini dapat dikatakan “Seda Gurau Belaka” hingga “Kata Khayalan” selalu menyertai dalam makna perjalan penggelaran awan terang kabut cahaya. Maknailah ini yang pada dasar asal muasal penciptaan manusia tertakdirkan menjadi pemimpin terhadap maklukNya, akan tetapi wujud Iblislah yang menentang akan penciptaan manusia menjadi pemimpin atas maklukNya yang padahal jelas yang menyatakan kebenaran itu langsung dari Alloh Tuhan Semesta Alam, inilah menjadi “Hukum Perkataan” dalam kehidupan jagat raya ini sesuatu kebenaran pastinya ada pertentangan dan pentelaah, akan tetapi jikalau kebenaran itu telah menjadi bukti akan kenyataan barulah belakangan pernyataan keimanan dan ketaqwaan sebagai penumbuh rasa keyakinan dan kepercayaan itu muncul. Inilah sudah menjadi dasar dari pengutusan Utusan sebelumnya yang pada akhirnya umatnya berpegang teguh pada ajarannya, kenapa pada akhirnya timbul  pengkultusan dan kefanatikan bahwa ajaran keterang dari RosulNya adalah kebenaran yang paling terang.
Ketahuilah turunnya seorang “Utusan di tanah Atlantik” ini sama sekali tidak membutuhkan kepercayaan dan keyakinan dari umat manusia manapun juga, karena pada dasarnya semua itu hanyalah sia-sia belaka yang sudah jelas tergambarkan langsung dalam cerita pengutusan para Rosul sebelumnya. Akan tetapi jikalau terdapat penentangan dan telaah untuk perjalananya, niscaya “Dengan Senyum Yang tak Bernafsu Amarah tubuh sang penentang yang di hadapannya akan hancur lebur seketika, fakta baginya akan menjadi wujud nyata dengan sekali pejaman kelopak matanya, dengan ilmu macam apa mencoba untuk membentengi perjalanannya niscaya akan pupus mengkerut dihadapannya. Inilah gambaran kecil akan turunnya Paduka Yang Mulia yang tubuhnya sekeras baja dan hati nuraninya lembut seperti sutra, pahamilah gambaran-gambaran akan turunnya Utusan yang timbul dari tanah Atlantik yang sejak ratusan ribuan tahun lamanya sudah terminiskripkan kemunculannya. Oleh Alloh Tuhan Semesta Alam diberikan kesaktian yang tiada banding, dan diberikan kekayaan harta dunia yang bagaikan sampah, dan ucapannya dituruti oleh seluruh jagat alam semesta ini. Hanya restu dari Allohlah yang terpegang teguh atas perjalanannya menyambangi waktu memberikan penjelasan kebenaran yang sejati, dan hanya dari jagat alam semesta inilah beliau ingin diyakini dan dipercayai untuk membawa berita, bukan dari manusia yang akhirnya kosong memikul pertanggung jawaban yang besar memutar balikkan fakta meberikan gambaran fana berdalih penumbuh rasa iman dan taqwa yang pada akhirnya mati  meninggalkan nama tanpa makna dan arti mentah diserap kolbu cahaya kehidupan.
Keterangan yang diturunkan oleh Alloh untuk membenarkan segala ciptaanNya adalah cahaya petunjuk yang terang bagi jiwa kita kelak agar dapat dengan sempurna kembali kepadaNya. Bertahap diberikanNya  untuk bangsa yang tak mengenal tata cara kehidupan, perlahan menurunkan cahaya kebenaran jiwa atas dasar kehidupan, satu persatu kitab penerang diturunkan agar mengubah tata cara hina menjadi kemanusiawian yang langsung digelarnya oleh kitab wujud yang terang akan penjelasan nama-namaNya, ketahuilah hening dalam rasa mewujud menjadi cipta hadirkan namaNya dalam wujud yang nyata maka rasakanlah getaran dasyat kehadiranNya dalam jagat kecil ini, dan seketika raga ini akan menyusut mengecil bagai debu yang mudah tertiup angin. Hembusan nafas yang terbuai memiliki satu raga dan satu jiwa adakah rasa menuju keheningan yang dapat menyatukan keduanya menjadi satu, sedangkan yang pada takdir penciptaanNya jiwa raga ini hanyalah satu. Inilah cermin untuk manusia yang merasa bahwa pengajaran paling terang akan kebenaran, yang berasal dari Rosulnya sampai kepada nenek moyangnya barulah kepadanya. Tegakkan sifat yang berbudi pekerti luhur sebagai penumbuh rasa cinta kasih terhadap sesamanya, karena inilah langkah yang nyata untuk kita menemukan jalan yang terang.
Renung hati menyambangi perjalanan waktu, satu raga mengenal jiwa berpijak pada kebenaran yang nyata dalam sebuah karya kehidupan. Hidup dan nafas menempati dunia kebakuan tak mengerti asal bahkan tak memahami muasal pada kejadian, bercampur pemikiran yang mewujud menjadi perkataan yang haq bahkan tak memikirkan apa yang kelak akan terjadi, hingga air, tanah, udara, api berkumpul menyusun kekuatan cakra menggiring raga ini untuk menghiasi jagat alam semesta. Bagi raga yang suci hentikanlah setiap langkah penyatuan cakra keempat elemen penyusun jagat raya ini, jangan hanya berlomba mengeluarkan pikiran yang mewujud menjadi kata hukum dan menjelma menjadi hitam di dalam kebeningan, ingin dikenal raganiahnya tetapi tidak mengenal jiwanya, yang  seperti ini mengkaitkan dalil-dalil lama untuk merubah tata cara yang ada bagai sebuah tangan raksasa di belakang jubah golongan dan aliran. Cahaya yang redup akan tampak dari sebuah gunung, membawa berita mengembalikkan suatu wujud janji terdahulu menunggu kabar hijrahnya sang fajar mengintip dunia barat lalu menyusun pilar pondasi dunia timur, seketika itu barulah  tampak cahayanya yang terang benderang menggelar tatanan samudra menjulang menuju “Tanah Atlantik”
Share:

Pengikut